Rabu, 30 Oktober 2013

Periode II Tulisan (mengendalikan fungsi manajemen)


Pengendalian (controlling) meupakan bagian dari kinerja manajemen dalam suatu organisasi atau intansi. Dikenal juga sebagai elemen – elemen manajemen oleh George terry disebut POAC (planning,organizing,actuating,controlling). Proses controlling akan berjalan dengan mudah, lancar, dan sesuai sasaran jika sudah ada standar kinerjanya. (Zizy, 2002)
Langkah – langkah dasar dalam controlling yaitu membuat standar, membandingkan kinerja actual dengan standar, dan perbaikan terhadap penyimpangan yang muncul. Pengendalian atau pengawasan baru dilakuakan dengan efektif dan efisien jika sudah ada standar, indicator, atau factor yang dapat di ukur dengan jelas. Seperti para manajer harus berusaha mnjamin organisasi tersebut bergerak kearah tujuan – tujuannya. Jika sebagian dari organisasi tersebut menuju arah jalur yang keliru maka para manajer harus mencari sebab dan mengembalikan ke jalur yang benar. Di dalam kegiatan controlling tercakup kegiatan controlling mencakup kegiatan mengevaluasi dan menilai hasil kerja.
Menurut Mulyadi (2007) Tingkat pengendalian disediakan oleh setiap tipe pengendalian ditentukan oleh desain dan kesesuaiannya dengan situasi tipe pengendalian yaitu : pengendalian personal biasanya menyediakan tingkat pengendalian tetentu dan untuk pengendalian situasi tertentu (b) pengendalian terhadap keluaran yaitu kegiatan yang dilonggarkan atau diperketat melali system pemantauan tindakan memberikan umpan balik tentang tindakan yang dilakukan., maka semakin ketat pengendalian yang dihasilkan.
Menurut Vincent (1998) Terdpat empat tingkat fungsional utama secara berturut dari mulai terendah sampai tertinggi dalam control proses manajemen yaitu :
a)      pengukuran proses dan pengendalian input – output, berkaitan dengan pengukuran proses dan pengendalian tingkat input dan output dalam proses itu agar seimbang
b)      pengendalian proses langsung yang lain, berkaitan dengan pengendalian parameter proses, eperti aliran,temperature dan variable – variable lain.
c)      Pemantauan proses berkaitan dengan prentasi dari semua data yang terkait dengan proses secara keseluruhan kepada operator agar memberikan suatu informasi yang berguna untuk mengambil tindakan – tindakan perbaikan yang terdapat apanila dibutuhkan.
d)      Manajemen proses merupakan tingkatan tertinggi yang memudahkan dalam mendiagnosis suatu masalah yang terjadi dalam proses secara keseluruhan kemudia berusaha untuk menyelesaikan masalah agar tercapai proses terus menerus.
Jadi pengendalian atau disebut juga pengawasan yaitu fungsi manajemen yang berhubungan dengan prosedur pengukuran hasil kerja terhadap tujuan perusahaan. Dengan kata lain pengontrolan atau pengendalian merupakan proses untuk memastikan bahwa aktivitas sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.  

Daftar pustaka

Zizy, Q. (2002) Change manajemen dalam reformasi birokrasi. Jakarta : PT Gramedia utama.
Umar, H. (2000) Business an introduction. Jakarta : PT Gramedia utama.
Herujuito, Y. (2001) dasar dasar manajemen. Jakarta : Grasindo
Ruky, A. (2002) Sukses sebagai manajer professional tanpa gelar MM atau MBA. Jakarta : Gramedia pustaka utama
Vincent, G. (1998) production planning andinventory control. Jakarta : PT Gramedia utama.
Mulyadi (2007) system perencanaan dan pengendalian manajemen. Jakarta : salemba empat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar